OSI Layer - Zidni Ilma (2023102003)
OSI LAYER
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang fondasi
dari semua komunikasi jaringan, yaitu Lapisan Fisik dalam Model OSI. Kita akan
belajar bagaimana data yang kita kirim setiap hari, mulai dari email hingga
video streaming, diubah menjadi sinyal listrik atau gelombang radio dan
dikirimkan melalui kabel atau nirkabel.
- Pengertian
OSI
Model OSI (Open System Interconnection) diciptakan oleh
International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka
logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui
jaringan. Sebelum adanya standar yang mengatur komunikasi data antar perangkat,
setiap perusahaan yang memproduksi komputer memiliki protokol dan format data
yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam menghubungkan perangkat
dari berbagai merek.
Untuk mengatasi masalah tersebut, International Organization
for Standardization (ISO) menciptakan Model OSI (Open System Interconnection).
Model OSI ini berperan sebagai kerangka kerja yang mendefinisikan bagaimana
data dapat berkomunikasi melalui jaringan secara terstruktur. Sederhananya,
Model OSI ini seperti kamus bahasa universal untuk jaringan komputer yang
memungkinkan semua perangkat, terlepas dari mereknya, dapat saling
berkomunikasi.
- Model
Layer OSI
OSI memiliki 7 layer dimana setiap layer memiliki
peran yang penting dalam memastikan data dapat mengalir dengan lancar dari satu
perangkat ke perangkat lainnya.
- Physical
Layer (lapisan fisik)
Lapisan fisik merupakan dasar dari seluruh komunikasi
jaringan yang mengatur segala aspek fisik transmisi data. Lapisan ini
menentukan jenis media transmisi (kabel, serat optik, atau nirkabel), kecepatan
pengiriman data, serta spesifikasi konektor dan perangkat keras seperti NIC.
Data digital diubah menjadi sinyal listrik atau gelombang elektromagnetik agar
dapat ditransmisikan melalui media fisik. Lapisan ini juga mendefinisikan
bagaimana NIC berinteraksi dengan media, baik itu kabel maupun nirkabel. Selain
itu, lapisan fisik mengatur sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi,
dan pengkabelan. Lapisan fisik bertanggung jawab atas segala hal yang
memungkinkan data mengalir secara fisik dari satu perangkat ke perangkat
lainnya, mulai dari penentuan media hingga interaksi dengan perangkat keras.
Perangkat seperti repeater, hub, dan NIC beroperasi pada lapisan ini untuk
memastikan transmisi data berjalan lancar dan tanpa hambatan.
- Data-data
Link Layer
Lapisan data link berperan penting dalam mengatur bagaimana
data dikirimkan melalui media fisik. Pada lapisan ini, bit-bit data yang telah
dikonversi menjadi sinyal listrik atau gelombang elektromagnetik oleh lapisan
fisik akan dikelompokkan menjadi frame. Setiap frame berisi data, alamat tujuan
(MAC address), dan informasi kontrol lainnya yang diperlukan untuk transmisi
data. Selain itu, lapisan data link juga bertanggung jawab atas deteksi dan
koreksi kesalahan yang mungkin terjadi selama transmisi data. Fitur ini
memastikan bahwa data yang diterima di sisi penerima sama persis dengan data
yang dikirimkan oleh pengirim. Lapisan data link juga mengatur aliran data
(flow control) untuk mencegah kelebihan beban pada penerima.
Pengalamatan perangkat keras (MAC address) juga menjadi
tanggung jawab lapisan data link. Setiap perangkat jaringan memiliki alamat MAC
yang unik, mirip seperti alamat rumah. Alamat MAC digunakan untuk
mengidentifikasi perangkat di dalam jaringan lokal. Perangkat jaringan seperti
hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi pada lapisan data link dan
menggunakan informasi MAC address untuk meneruskan frame data ke tujuan yang
tepat. Contohnya adalah penggunaan perintah getmac /fo table /v
pada Windows untuk melihat daftar MAC address dari semua perangkat jaringan
yang terhubung ke komputer.
- Network
Layer
Network Layer bertanggung jawab untuk menentukan rute yang
akan dilalui oleh data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Lapisan ini
menggunakan alamat IP sebagai identitas unik setiap perangkat dalam jaringan.
Dengan menggunakan protokol seperti IPv4 dan IPv6, lapisan jaringan
memungkinkan paket data dikirimkan melintasi berbagai jaringan yang berbeda.
Fungsi utama lapisan jaringan adalah routing, yaitu proses menentukan jalur
terbaik untuk mengirimkan paket data dari sumber ke tujuan.
- Transport
Layer
Lapisan Transport berperan dalam memastikan pengiriman data
yang handal dan terurut antara aplikasi pada perangkat yang berbeda. Lapisan
ini membagi data menjadi segmen-segmen yang lebih kecil (paket) dan menambahkan
informasi header pada setiap segmen, seperti nomor urut dan alamat tujuan.
Dengan cara ini, paket-paket data dapat disusun kembali dengan urutan yang
benar pada tujuan. Selain itu, lapisan transport juga menyediakan mekanisme
untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan transmisi, serta mengatur aliran
data agar tidak terjadi kemacetan. Contoh protokol: TCP (Transmission Control
Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol) adalah protokol yang paling umum
digunakan pada lapisan transport. TCP memberikan layanan yang handal dengan
mekanisme pengakuan dan pengiriman ulang, sedangkan UDP memberikan layanan yang
lebih cepat tetapi tidak menjamin kehandalan.
- Session
Layer
Session layer bertanggung jawab untuk mengelola koneksi
antara dua perangkat yang berkomunikasi dimana mendefinisikan bagaimana koneksi
dapat dimulai, dipelihara, atau diakhiri.
Beberapa protokol yang beroperasi pada lapisan sesi antara
lain:
- NETBIOS:
Dikenal sebagai antarmuka sesi dan protokol yang dikembangkan oleh IBM.
- NETBEUI:
Pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk jaringan Microsoft.
- ADSP:
Protokol yang digunakan pada jaringan AppleTalk.
- PAP:
Protokol yang digunakan untuk akses printer Postscript pada jaringan
AppleTalk.
- Presentation
Layer
Lapisan presentasi dalam model OSI bertugas untuk
mempersiapkan data agar dapat ditransmisikan melalui jaringan. Salah satu
fungsi pentingnya adalah melakukan translasi data dari format yang digunakan
oleh aplikasi ke dalam format yang sesuai untuk transmisi jaringan. Contoh
protokol yang beroperasi pada lapisan presentasi adalah:
- Redirector
software: Perangkat lunak yang mengalihkan permintaan jaringan ke layanan
yang sesuai.
- Layanan
Workstation: Layanan dalam Windows NT yang menyediakan akses ke sumber
daya jaringan.
- Network
shell: Protokol yang memungkinkan pengguna mengakses komputer jarak jauh
secara grafis, seperti VNC atau RDP.
- Application
Layer
Lapisan ini berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi
dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses
jaringan, dan kemudian membuat pesan- pesan kesalahan atau juga dapat diartikan
sebagai jembatan antara aplikasi pengguna (seperti web browser, email client,
dan aplikasi transfer file) dengan jaringan.
Beberapa protokol terkenal yang beroperasi pada lapisan
aplikasi antara lain:
- HTTP
(Hypertext Transfer Protocol): Protokol yang digunakan untuk mengirimkan
data berupa halaman web. HTTP menggunakan port 80 atau 8080.
- HTTPS
(Hypertext Transfer Protocol Secure): Versi aman dari HTTP yang
menggunakan enkripsi untuk melindungi data yang dikirimkan. HTTPS umumnya
menggunakan port 443. (Perlu diperbaiki: HTTPS biasanya menggunakan port
443, bukan 143)
- FTP
(File Transfer Protocol): Protokol yang digunakan untuk mentransfer file
antar komputer.
- SMTP
(Simple Mail Transfer Protocol): Protokol yang digunakan untuk mengirim
email.
- NFS
(Network File System): Protokol yang memungkinkan sistem operasi mengakses
file pada komputer lain seolah-olah file tersebut berada di komputer
lokal.
Fungsi OSI Layer secara
singkatnya:
- Physical
: Menentukan tegangan, kecepatan, besaran fisik, dan mengalirkan bit-bit
antar device.
- Data
Link : Menyediakan akses ke media menggunakan MAC Address dan melakukan
error detection.
- Network
: Menyediakan logical addressing dan menentukan rute menuju tujuan.
- Transport
: Menyediakan reliable atau unreliable delivery dan mengecek error
connection sebelum transmisi data.
- Session
: Memisahkan data dari berbagai aplikasi
- Presentation
: Menyajikan data dan menangani proses seperti enkripsi data.
- Application
: Menyediakan user interface
- Cara
Kerja OSI Layer
- Informasi
berawal dari layer Application. Informasi kemudian melewati layer
presentation dan layer session. Pada tahap ini biasanya belum dilakukan
transformasi data. Informasi yang melalui ketiga layer ini disebut PDU
(Protocol Data Unit) atau data saja.
- Setelah
sampai di layer Transport, data akan mengalami transformasi ke bentuk lain
yang disebut segmen.
- Segmen
mengalir ke layer network dan kemudian diubah menjadi packet.
- Packet
mengalir ke layer data link dan kemudian diubah menjadi frame.
- Terakhir,
frame mengalir ke layer physical dan kemudian diubah menjadi bits atau
bit-bit.
- Pada
layer ini, bit-bit diubah menjadi besaran fisik, seperti arus listrik,
gelombang elektromagnetik, dan sebagainya. contohnya
- Mulai
dari Lapisan Aplikasi: Saat kita mengetik pesan di WhatsApp atau membuka
website, data kita berada di lapisan aplikasi.
- Menuju
Lapisan Presentasi dan Sesi: Data kemudian "dibungkus" dan
diberi label alamat tujuan. Bayangkan seperti memasukkan surat ke dalam
amplop dan menulis alamat di atasnya.
- Sampai
di Lapisan Transport: Di sini, data dibagi-bagi menjadi potongan-potongan
kecil (segmen) agar lebih mudah dikirim. Ini seperti memotong kue menjadi
beberapa bagian yang lebih kecil.
- Melalui
Lapisan Jaringan: Segmen-segmen data ini kemudian diberi alamat jaringan
(seperti alamat IP) dan diarahkan ke tujuan yang benar. Ini seperti
memasukkan paket ke dalam truk pengiriman.
- Sampai
di Lapisan Data Link: Di sini, data dibungkus lagi menjadi bingkai
(frame). Setiap bingkai berisi informasi tentang pengirim dan penerima.
- Akhirnya,
di Lapisan Fisik: Data yang sudah berbentuk bingkai diubah menjadi sinyal
listrik atau gelombang elektromagnetik yang bisa dikirim melalui kabel
atau udara. Ini seperti mengubah surat menjadi sinyal radio yang dikirim
melalui antena.
D. Hardware
Di Jaringan Komputer
Hardware adalah komponen fisik yang membentuk sebuah sistem
komputer. Ini adalah bagian-bagian yang bisa kamu lihat dan sentuh secara
langsung. Hardware berfungsi sebagai otak, otot, dan indera bagi komputer untuk
menjalankan berbagai tugas.
- Router
Router adalah perangkat yang berfungsi untuk meneruskan data
antar jaringan yang berbeda. Ia seperti polisi lalu lintas yang mengatur lalu
lintas data agar sampai ke tujuan yang tepat. Router juga mampu membagi
bandwidth secara adil sehingga setiap perangkat yang terhubung bisa mendapatkan
akses internet yang stabil.
- Switch
Switch berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat
dalam satu jaringan lokal (LAN). Ia lebih cerdas daripada hub karena mampu
memilih jalur yang paling efisien untuk mengirimkan data, sehingga mengurangi
kemacetan jaringan.
- Modem
Modem adalah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan
perangkat komputer ke jaringan internet. Modem mengubah sinyal digital dari
komputer menjadi sinyal analog yang dapat ditransmisikan melalui saluran
telepon atau kabel serat optik.
- Access
Point
Access Point (AP) berfungsi untuk membuat jaringan nirkabel.
Dengan AP, perangkat seperti laptop, smartphone, dan tablet dapat terhubung ke
internet tanpa menggunakan kabel.
- Kabel
Jaringan
Kabel jaringan adalah media fisik yang digunakan untuk
menghubungkan perangkat-perangkat dalam jaringan. Ada berbagai jenis kabel
jaringan, seperti kabel UTP, STP, dan fiber optik, masing-masing memiliki
karakteristik dan kegunaannya sendiri.
- Network
Interface Card (NIC)
NIC adalah kartu jaringan yang terpasang di dalam komputer.
NIC berfungsi sebagai pintu gerbang bagi komputer untuk terhubung ke jaringan.
- Server
Server adalah komputer yang menyediakan layanan kepada
klien. Server dapat digunakan untuk menyimpan data, menjalankan aplikasi, dan
memberikan layanan jaringan lainnya.
- Firewall
Firewall adalah perangkat lunak atau perangkat keras yang
berfungsi untuk melindungi jaringan dari serangan dari luar. Firewall akan
menyaring lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan, memblokir lalu
lintas yang mencurigakan.
Demikianlah penjelasan mengenai Lapisan Fisik dalam Model
OSI. Lapisan ini mungkin terlihat sederhana, namun memiliki peran yang sangat
krusial dalam memastikan data dapat dikirimkan dengan lancar. Dengan memahami
lapisan fisik, kita akan lebih menghargai kompleksitas jaringan komputer.
Comments
Post a Comment